Proses Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2015

 Info Penerimaan Praja, Penerimaan Praja IPDN 2015

Proses Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2015

Tahap awal, proses seleksi akan diawali dengan melakukan sosialisasi. Melalui website http://spcp.ipdn.ac.id, diharapkan dapat memberikan informasi terkait proses seleksi penerimaan calon praja (SPCP) IPDN Tahun 2015, sehingga masyarakat terutama calon pendaftar/peserta dapat memperoleh pengetahuan yang benar mengenai bagaimana cara untuk bergabung menjadi Calon Praja Institut Pemerinthan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Berikut adalah Tahapan Tes/Seleksi yang harus dilalui oleh setiap pendaftar untuk menjadi Calon Praja IPDN :

1. Pendaftaran Online

Bagi yang berminat mendaftar pada proses Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2015, dipersilahkan melakukan pendaftaran online dengan klik website http://spcp.ipdn.ac.id sampai dengan batas waktu pendaftaran yang telah ditentukan.

Mengapa pendaftaran secara online?

    • Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap peserta yang memenuhi persyaratan tertentu akan mendapatkan satu nomor registrasi pendaftaran yang memuat informasi nama lengkap, tanggal lahir dan jenis kelamin, sehingga diharapkan tidak terjadi duplikasi pendaftaran peserta seleksi website http://spcp.ipdn.ac.id
    • Setelah pendaftaran online, maka peserta berhak mengikuti seleksi administrasi dengan cara mengunggah berkas/file hasil scan KTP, foto dan STTB (sesuai yang dipersyaratkan) melalui

2. Seleksi Administrasi Intranet

Apa yang dimaksud dengan Seleksi Administrasi Intranet. Dalam seleksi penerimaan calon praja ini Seleksi Administrasi Intranet dilakukan untuk memverifikasi berkas yang diunggah oleh pelamar (upload berkas) dengan persyaratan administrasi yang ditetapkan, jika memenuhi dan sesuai dengan data yang dimasukkan saat pendaftaran online, maka yang bersangkutan dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya.

Hal-hal yang perlu diverifikasi adalah :

  1. Batas Usia;
  2. Jenis Sekolah;
  3. Tahun Lulus Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB);
  4. Nilai rata-rata Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB);
  5. Kesesuai Domisili dengan asal pendaftaran?

Berikut adalah berkas persyaratan administrasi yang harus diunggah oleh pelamar, yaitu:

  1. File hasil scan KTP berjenis JPG file, dengan ukuran maksimal 500 Kb;
  2. File hasil scan foto berwarna ukuran 4 x 6 berjenis JPG File, dengan ukuran maksimal 500 Kb;
  3. File hasil scan STTB berjenis PDF File, dengan ukuran maksimal 1 Mb;

Setelah Seleksi Administrasi, pelamar yang lulus akan diumumkan melalui pengumuman di website, selanjutnya pelamar tersebut berhak mendapatkan Kartu Tes

Kartu Tes (KT), dapat didownload diwebsite setelah login terlebih dahulu dengan menggunakan akun masing-masing peserta (yang dinyatakan lulus seleksi administrasi).

Pada saat mengikuti tes kompetensi dasar, sehari sebelum pelaksanaan tes peserta harus membawa berkas asli (KTP/KK, Bukti Pendaftaran, Printout Kartu Tes), yang akan diverifikasi panitia kemudian membubuhkan tanda tangan dan cap pada kartu tes sebagai keabsahan peserta tes.

3. Tes Kompetensi Dasar

Apakah itu Tes Kompetensi Dasar?

Tes Kompetensi Dasar adalah tes yang diselenggarakan untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan bekerja atau memangku jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Praja IPDN setelah menyelesaikan studi akan diangkat menjadi PNS, oleh sebab itu yang bersangkutan wajib mengikuti dan lulus pada tahap tes ini.

Materi Tes Kompetensi Dasar sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil, yang meliputi:

1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Untuk menilai kompetensi pelamar dalam hal penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi:

          • Pancasila;
          • Undang Undang Dasar 1945;
          • Bhinneka Tunggal Ika;
          • Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem tata Negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintahdaerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar).

2. Tes Intelegensi Umum (TIU)

Untuk menilai kompetensi pelamar dalam hal kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan logika, serta kemampuan analisis.
Berikut adalah definisinya:

Kemampuan Verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tertulis.

Kemampuan Numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.

Kemampuan Berpikir Logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis.

Kemampuan Berpikir Analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Untuk menilai kompetensi peserta yang terkait:

  1. Integritas diri;
  2. Semangat berprestasi;
  3. Kreativitas dan inovasi;
  4. Orientasi pada pelayanan;
  5. Orientasi kepada orang lain;
  6. Kemampuan beradaptasi;
  7. Kemampuan mengendalikan diri;
  8. Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
  9. Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
  10. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan
  11. Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Setelah Tes Kompetensi Dasar, peserta yang lulus akan diumumkan melalui pengumuman di website, selanjutnya peserta tersebut berhak mengikuti Tes Kesehatan I dan jika telah lulus dapat melanjutkan pada Tes Kesehatan II .

4. Tes Kesehatan

Mengapa perlu tes ini?

Kemampuan dan kesiapan jasmani merupakan salah satu unsur yang perlu dimiliki oleh Calon Praja yang akan menjadi peserta didik di IPDN. Untuk memperoleh Calon Praja dengan kualifikasi fisik yang memadai, terhadap peserta tes perlu dilakukan pengujian kemampuan fisik melalui Tes Kesehatan dan Tes Kesempataan.

Apakah tujuan Tes Kesehatan?

Tes Kesehatan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran umum tentang kondisi kesehatan, kemampuan fungsi alat indra tubuh dan daya gerak normal dari anggota tubuh, dengan tujuan untuk dapat ditetapkan Calon Praja yang memenuhi standar kesehatan yang ditentukan.

Bagaimana bentuk tes yang dilakukan?

Tes Kesehatan dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan (medical-checkup) fisik termasuk tes laboraturium oleh tim dokter yang bertugas di lokasi Tes Kesehatan di setiap provinsi. Pada tes kesehatan fisik seluruh peserta tes akan menjalani pemeriksaan mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki seperti, tes mata, telinga, hidung, organ dalam dan bentuk tubuh serta bentuk kaki.

Pemeriksaan kesehatan I dilaksanakan untuk mendapatkan data awal “Peserta Seleksi” yang memenuhi kriteria mengikuti seleksi Tes kesehatan II. Jadi setelah Tes Kesehatan I, peserta yang lulus akan diumumkan melalui pengumuman di website, selanjutnya peserta tersebut berhak untuk mengikuti Tes Kesehatan Tahap II

5. Tes Kesemaptaan

Mengapa perlu tes ini?

Kemampuan dan kesiapan jasmani merupakan salah satu unsur yang perlu dimiliki oleh Calon Praja yang akan menjadi peserta didik di IPDN. Untuk memperoleh Calon Praja dengan kualifikasi fisik yang memadai, terhadap peserta tes perlu dilakukan pengujian kemampuan fisik melalui Tes Kesempataan

Apakah tujuan Tes Kesemaptaan?

Tes Kesemaptaan dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan gambaran umum tentang kekuatan dan tenaga, daya tahan, kesiapan dan kelincahan jasmani peserta tes dalam melakukan aktivitas fisik dengan tujuan untuk dapat ditetapkan Calon Praja yang memenuhi standar kemampuan kesigapan jasmani yang ditentukan.

Bagaimana bentuk tes yang dilakukan?

Tes Kesemaptaan dilakukan meliputi :

  1. Tes Kesamaptaan “ A” yaitu :Lari Keliling Lapangan selama 12 menit.
  2. Tes Kesamaptaan “B” yaitu :

Pull – Up Chining bagi Wanita);

Sit – Up;Push – Up;Shutle – Run

6. Tes Penetuan Akhir (Pantukhir) di Jatinangor

Melaksanakan Penentuan Akhir (Pantukhir) dengan melakukan tes dan atau Pengecekan Akhir (cek ulang) terhadap persyaratan umum/administrasi, kesehatan, kesamaptaan, Tes Psikologi dan wawancara terhadap Calon Praja IPDN

  • Verifikasi faktual dokumen administrasi

Peserta yang dinyatakan lulus tahapan penyaringan seleksi di daerah (provinsi) wajib melapor untuk mengikuti tes penentuan akhir sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan dengan membawa berkas administratif yang dipersyaratkan untuk ditunjukkan dan diverifikasi langsung kepada Panitia Pusat di lokasi yang telah ditentukan (IPDN Kampus Jatinangor). Berikut adalah kelengkapan administrasi yang dibutuhkan:

  1. KTP/KK dan Fotokopi KTP/KK
  2. Fotokopi Akte Kelahiran
  3. Fotokopi ijazah dan STTB dilegalisir
  4. Pasphoto berwarna menghadap kedepan dan tidak memakai kacamata, ukuran 3 x 4 cm sebanyak 4 (empat) lembar, dan 4 x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar, latar belakang merah
  5. Surat pernyataan yang telah dibubuhi tanda tangan di atas materai tentang:
    • Belum pernah menikah/kawin dan/atau hamil/melahirkan dan sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan tinggi kepamongprajaan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
    • Kesediaan mengikuti proses pendidikan dan mentaati peraturan kehidupan praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta mengembalikan seluruh biaya selama pendidikan yang telah dikeluarkan Pemerintah, dikarenakan mengundurkan diri, diberhentikan dengan hormat maupun tidak hormat dan/atau melanggar peraturan pendidikan.
    • Kesediaan untuk tidak : melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi maupun menjual belikan Narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan dan pengeroyokan; dan melakukan Tindakan Asusila..
  6. Persyaratan administrasi tersebut disusun rapi dan dimasukkan kedalam stofmap berwarna biru bagi peserta pria dan stofmap berwarna merah bagi pesertar wanita, ditujukan kepada Tim Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Kampus Jatinangor
  • Tes Kesehatan Ulang

Tes kesehatan pada tahap ini merupakan tes ulang dari hasil tes yang telah dilaksanakan di provinsi;

  • Tes Kesemaptaan Ulang

Tes kesemaptaan pada tahap ini merupakan tes ulang dari hasil tes yang telah dilaksanakan di provinsi;

  • Tes Psikologi

Bagaimanakah Tes psikologi pada seleksi tahap ini?

Tes Psikologi diselenggarakan untuk memeriksa psikologis peserta yang akan menjadi Calon Praja IPDN, dimana aspek yang diukur adalah :

  1. Tingkat Kecerdasan
  2. Kemampuan Analisa Sintesa
  3. Kecepatan Kerja
  4. Ketelitian Kerja
  5. Ketahanan Kerja
  6. Ketekunan Kerja
  7. Manajemen
  8. Percaya Diri
  9. Kerjasama
  10. Motivasi Berprestasi
  11. Kedisiplinan
  12. Loyalitas
  13. Kepemimpinan
  14. Daya Kreativitas
  • Wawancara

Apa yang membedakan tes ini dengan tes lainnya?

Metode yang digunakan pada tahap seleksi ini adalah Wawancara Berbasis Kompetensi, yang merupakan teknik wawancara yang terstruktur dan bersifat menggali untuk mencari, mengumpulkan dan menguji bukti kompetensi peserta tes.

Setelah mengikuti seluruh tes pada tahap penentuan akhir ini, peserta yang lulus akan diumumkan melalui pengumuman di website, selanjutnya calon praja siap mengikuti proses pendidikan di IPDN

Demikian uraian mengenai proses seleksi penerimaan calon praja IPDN tahun 2015 bagi Anda yang berminat mendaftarkan diri sebagai peserta tes. Semoga bermanfaat.

Akhir kata, jangan lupa persiapkan diri Anda sebaik—baiknya dan selamat mendaftar dan mengikuti tes.

Dapatkan Softcopy Simulasi Soal Tes IPDN 

Total 1.035 Soal + Kunci Jawaban dan Pembahasannya

Klik Disini Info Lengkapnya

 

top-seller

Fast Response Costumer Service

0896 3557 9184

( Telp,SMS,Whatsapp, PIN BB 55490D6B )

Author: 

Anhar Wahyu is The Founder of  Soal Tes IPDN He is also Founder of Lintas Berita and Buku TNI POLRI He started blogging in 2009 at Blog UMY. He stay at Yogyakarta, You can connect him via His Google+ account or Facebook.

No Responses

Leave a Reply